15 Feb
[youtube:http://youtu.be/WZJuYCIZ7EQ%5D

Kalau yang di tahun 90’an sudah lahir pasti tahu deh lagu ini. Liriknya ringan tapi lagunya asyik juga untuk dance. Boyband lawas yang termasuk oke menurut saya, mungkin kalau dilihat dari stylenya jadi seperti style 80’s ya dengan costume warna-warni genjreng mencolok mata. Tapi terlepas dari hal itu, lagu-lagu seperti ini menurut saya haruslah dilestarikan.

Advertisements
1 Feb

Dia ada dalam dirinya
Dia dan dirinya sama

Dia yang telah tersapu
Dirinya yang tak pernah bersatu

Dia yang telah hilang rasa
Dirinya yang tak pernah merasa

18 Jan

Nggak pernah bosen tiap dengar lagu ini.
Versi asli dinyanyiin oleh Vanessa Carlton, tapi versi accoustic yang dicover Boyce Avenue ini nggak kalah bagus.

Anyone wanna sing this song special for me??

[youtube:http://m.youtube.com/watch?v=v6t8-0zXf9Q%5D
18 Jan
[youtube:http://m.youtube.com/watch?v=09R8_2nJtjg%5D

Aaaahhh, Maroon 5.
Aaahhh, Kakang Adam Levine !!!!

    I’m right here, ’cause I need
    Little love and little sympathy
    Yeah you show me good loving
    Make it alright
    Need a little sweetness in my life

Someday please gimme the wedding surprise like this one !!!

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

8 Dec

Novel romansa karya Tere Liye ini mengkisahkan tentang Tania dan dia. Dia yang dicintai oleh Tania. Dia yang telah menjadi malaikat bagi Tania dan keluarganya. Dia yang membuat Tania tidak bisa membedakan mana yang simpul nyata dan simpul dusta. Dia yang cintanya tumbuh dari pohon linden. Dia dan Tania yang pada akhirnya bagai sehelai daun, daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.

Beberapa quote yang saya suka dari novel ini:

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin… Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.”

“Kebaikan itu seperti pesawat terbang. Jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat.”

“Bahwa hidup harus menerima… penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti… pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami.. pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang, Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.”

Teruntuk Kakakku, Mas Adam…

24 Nov

Dear Mas Adam,

28 tahun yang lalu kamu lahir ke dunia ini dari rahim seorang ibu yang sangat hebat. 22 tahun sudah aku mengenal kamu, hidup serumah dalam asuhan yang sama.

Mas Adam, meskipun aku suka bawel, suka ngelunjak, tapi sesungguhnya aku sangat bangga dan bersyukur memiliki kakak seperti Mas Adam. Tak akan pernah terganti Mas Adam untukku sama halnya seperti ayah dan mama.

Mas Adam, kalau dihitung-hitung utangku ke kamu banyak sekali, utang secara materil maupun non-materil, tapi kamu pun seperti ayah dan mama yang selalu tanpa hitung-hitungan untuk keluarga.

Mas Adam, sedari aku lahir sudah begitu besar tampaknya rasa sayang dan perhatianmu ke aku sebagai adikmu. Kalau cerita dari mama, kamu semalaman ikut nunggu kelahiranku di rumah sakit. Dan namaku melati pun pemberian dari kamu Mas.

Mas Adam, sedari kecil kamu sudah selalu menjadi penjaga dan pelindung bagi adik-adikmu dan Mama. Setiap ada masalah kamu selalu bisa jadi andalan di keluarga.

Mas Adam, meskipun kamu rese, suka gangguin adik-adikmu, tapi aku faham itu tanda salah satu bentuk rasa sayang kamu ke adik-adikmu.

Mas Adam, wajahmu memang tidak mirip denganku, namun aku yakin kamu benar-benar kakakku.

Mas Adam, aku ingin bisa seperti kamu yang selalu bisa membuat bangga orang tua. Hidupmu selalu dipermudah dan dilancarkan segala urusanmu karena kebaktianmu selama ini kepada orang tua.

Mas Adam, aku ingin kamu selalu mendapatkan yang terbaik dalam hidupmu, Aku ingin kita nanti bisa berkumpul lagi di surga sana bersama ayah, mama, Ghani, dan Naila.

Mas Adam, aku tak pintar merangkai kata, tapi aku ingin mengucapkan…

SELAMAT ULANG TAHUN, MAS ADAM !!!

Kupasrahkan lagi…

3 Nov

Kini umurku sudah 22 tahun, wajar saja kan kalau aku pun mulai memikirkan jodohku? Berbeda dengan lirik lagunya anang dan ashanti “Jodohku maunya dirimu…”, namun aku tak begitu. Jodohku kuserahkan ke Allah, ku pasrahkan semuanya ke Allah. Dalam setiap doaku selalu ku sebut seperti apa jodoh yang ku inginkan dan aku pun berharap yang kuinginkan tsb merupakan yang kubutuhkan juga dan yang menjadi terbaik bagiku. Tak lagi kugalaukan masa laluku, sudah ku lupakan dan Allah telah membantuku. Aku sudah dewasa, tak ada lagi main-main dalam hal ini, Aku percaya dengan doa yang ku panjatkan setiap saat dan doa dari kedua orangtuaku terutama dari mamaku, Allah akan mengabulkan doaku mengenai jodohku..

Berharap dengan jodohku nanti dapat membawa kebahagiaan baik di dunia dan di akhirat.

Bersama jodohku dapat membentuk keluarga yang dapat menjadi teladan bagi banyak orang.

Bersama jodohku dapat menghasilkan keturunan-keturunan yang tampan, cantik, sholeh, dan mampu berguna bagi bangsa dan negara.

Jikalau aku welcome terhadap lelaki-lelaki yang mendekatiku bukan berarti aku seorang playgirl, ataupun gampangan tetapi aku hanya bersikap ramah terhadap semuanya dan agar aku dapat memilih. Aku berharap tidak ada yang suudzon dengan caraku ini.

Semoga Allah selalu mempermudah jalanku dan memberi petunjuk kepadaku….