Archive | December, 2014

Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

8 Dec

Novel romansa karya Tere Liye ini mengkisahkan tentang Tania dan dia. Dia yang dicintai oleh Tania. Dia yang telah menjadi malaikat bagi Tania dan keluarganya. Dia yang membuat Tania tidak bisa membedakan mana yang simpul nyata dan simpul dusta. Dia yang cintanya tumbuh dari pohon linden. Dia dan Tania yang pada akhirnya bagai sehelai daun, daun yang tidak pernah membenci angin meski harus terenggutkan dari tangkai pohonnya.

Beberapa quote yang saya suka dari novel ini:

Daun yang jatuh tak pernah membenci angin… Dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan. Mengikhlaskan semuanya.”

“Kebaikan itu seperti pesawat terbang. Jendela-jendela bergetar, layar teve bergoyang, telepon genggam terinduksi saat pesawat itu lewat. Kebaikan merambat tanpa mengenal batas. Bagai garpu tala yang beresonansi, kebaikan menyebar dengan cepat.”

“Bahwa hidup harus menerima… penerimaan yang indah. Bahwa hidup harus mengerti… pengertian yang benar. Bahwa hidup harus memahami.. pemahaman yang tulus. Tak peduli lewat apa penerimaan, pengertian, dan pemahaman itu datang, Tak masalah meski lewat kejadian yang sedih dan menyakitkan.”