Tutup Buku Kisah Kita

1 Mar

By : HP

melati. . .  
izinkan aku menulis untuk mu
mungkin ini akan jadi yang terakhir kalinya
anggap saja sebagai salam perpisahan dari ku untuk mu
 
melati . . .
entah kau ingat apa tidak
betapa awal perjumpaan kita penuh makna
amarah mewarnai awal cerita panjang kita
hingga pada saatnya rona bahagia itu pun muncul
kau terima aku apa adanya
menghapus awan kelabu
sungguh indah saat-saat itu
 
melati . . .
pernahkah kau bayangkan
warna-warni kenangan-kenangan kebersamaan kita
cerita duka dan bahagia kita berbagi
di atas motor tua yang dan mencolok mata
yang sering kau sebut itu belalang
tersenyum aku saat ini bila mengenangnya
 
saat dimana aku banyak berhutang padamu
dibasahi hujan, dipanggang terik matahari, hingga ditilang polisi
semua kita lalui dalam tangisan dan senyuman bahagia sebagai sepasang kekasih
yang tak ku sadari bahwa sesungguhnya hanya kaulah wanita yang ikhlas mencintai ku sepenuh hati
kau tahu betapa penuh kekurangannya aku
namun kau masih sudi menemani aku
setidaknya untuk tiga tahun yang menyenangkan
 
melati . . .
jangan sudahi membaca sajak dari ku dulu
tolong, dengarkan sejenak aku
biarkan aku membawa mu sedikit mengenang masa lalu
 
masa dimana kita masih abu-abu
menikmati matahari asmara anak sekolah
hingga saatnya tiba
kita mulai berpikir tentang jalan apa yang akan kita ambil
demi nama masa depan..
mau kemana kita setelah tamat SMA?
pilihan pun mengharuskan kita terpisah jarak, ruang, dan waktu
tak apa aku berusaha tegar, sejatinya memang cinta butuh perjuangan..
 
tahun demi tahun berlalu. .
aku pikir bangunan cinta kita telah cukup kokoh
namun aku salah duga
aku jadi ingat apa kata pepatah
semakin tinggi suatu pohon, semakin keras anginnya
maka tumbanglah pohon cinta kita berdua
menyisakan cerita yang berserakan
entahlah, apakah mungkin cerita itu kita rangkai bersama lagi?
 
kau telah memilih, aku pun telah menerima keputusanmu
aku menghormati perasaan mu yang telah luka karena ulah ku
aku tak tega memaksa cinta mu untuk ku tumbuh kembali
biarlah aku pergi dengan keegoisanku
 
namun tetap bagaimana aku bisa lupa akan engkau
aku akan simpan memori indah bersama mu
sampai akhir hayat ku…
 
karena aku sadar hanyalah kau yang mencintaiku tulus dengan pengorbanan yang perih
 
pesan ku untuk mu melati . .
tak mengapa kau tak sudi mengingat momen-momen kebersamaan kita
tak mengapa tak kau hiraukan tiga tahun yang luar biasa itu
tapi izinkan aku tetap menyimpan mu dalam ruang kecil di hati ku
selamanya . . .
 
Aku harap tanpa aku kau akan tetap harum mewangi, indah, dan memesona dalam hidupmu
sesuai nama mu wahai puspa,
melati..
 
 
terima kasih
salam hangat ku selalu
wassalam’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: