22 Desember sajakah?

23 Dec

Setiap tahun di tanggal 22 Desember, orang-orang ramai di socmed mengucapkan “Selamat Hari Ibu. I love you Mom”, lantas apakah hari ibu hanya di tanggal itu? Apakah untuk tidak malu mengatakan sayang kepada mama langsung hanya pada tanggal itu? I don’t think so.

For me, setiap hari dalam setahun aja tidak cukup untuk mewakili hari ibu terlebih yang hanya sekali dalam setahun. Kasih sayang seorang ibu tidak pernah luntur dan tidak akan pernah bisa terbalaskan oleh apapun. Rasulullah pun mengatakan ibu, ibu, ibu, baru ayah. Itu cukup jelas menggambarkan bahwa bagaimana istimewanya seorang ibu.

Ibu, wanita kuat yang rela banting tulang. Seorang ibu rela mengeluarkan berton-ton keringatnya untuk anaknya. Dia tidak mengenal lelah, setelah letih mengurus pekerjaan rumah dan merawat anak dan suami, ia pun masih mau mencari nafkah untuk anaknya. Pernahkah terpikirkan bagaimana lelah yang ia rasakan? Bahkan untuk dirinya sendiri saja hampir tak pernah ia pikirkan dan rasakan.

Ibu, tak pernah berhenti memberi nasihat kepada anaknya. Orang yang tak pernah ragu untuk memberi tahu mana yang salah dan mana yang benar kepada anaknya. Orang yang tak pernah meninggalkan anaknya dalam kondisi apapun, dalam kondisi terpuruk sekalipun. Orang yang tak akan pernah menjerumuskan kita dan akan selalu menutupi aib kita dari siapapun itu.

Ibu, yang selalu menjaga kita dalam setiap hembusannya dan doanya. Yang selalu menangis di malam hari dalam doanya untuk kebaikan kita anaknya. Yang selalu mengelus-ngelus rambut kita dan membacakan shalawat-shalawat serta doa untuk kita di kala kita tidur terlelap.

Ibu, sosok yang selalu mengkhawatirkan anaknya, tidak hanya ketika kita sakit tetapi bahkan ketika cuaca sedang tidak bersahabat dan kita tak kunjung pulang, seorang ibu selalu menanyakan gimana kita dan berdoa kepada Allah agar kita tak apa-apa.

Apa dengan semua yang ibu sudah lakukan cukup sehari dalam stahun untuk hari ibu? Apa masih ragu mengucapkan langsung sayang kepada ibu setiap hari?

Diamlah ketika ibu menasihati kita. Meskipun ibu kita pernah membuat kesalahan bukan berarti kita berhak untuk tidak menghormatinya. Ibu tetaplah ibu. Perjuangan beliau untuk mengandung dan melahirkan kita itu sudah sangat besar, seperti berada d ambang kematian, antara hidup dan mati.

Mama, I promise, I will make you proud of me someday. Menaati perintahmu dan nasihatmu, hanya itu yang baru bisa lakukan saat ini. You’re always in my days, my step, my prayer, and my breath. I DO LOVE YOU MOM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: